Presiden Dayak

Presiden Dayak, Teras Narang, Cornelis, Marthin Billa.


Tiga Presiden MADN berturut-turut: Teras Narang, Cornelis, dan Marthin Billa.

Dayak punya presiden sendiri?
Ya, mengapa tidak? Suku bangsa pewaris bumi Borneo yang ditengarai populasinya tidak kurang dari 8 juta ini punya Presiden sendiri.

Meski bukan mayoritas. Tapi cukup cerdas. Suku bangsa Dayak memberi nama tidak tanggung tanggung bagi pemimpin besar mereka di aras nasional, yakni: Presiden. Predikabilia yang sebenarnya sama dengan: Ketua Umum (Ketum). Tapi Ketum dirasa kurang keren dibanding Presiden yang lebih mentereng, suatu sebutan jabatan sing ada lawan.

Merunut kepada sejarahnya, Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) didirikan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada tahun 2008.

Menurut kesepakatan dalam MADN bahwa Presiden MADN secara bergilir berasal dari setiap provinsi di Kalimantan. Setelah sebelumnya KalimantanTengah dan Kalimantan Barat sekarang tiba giliran Kalimantan Utara. Kalimantan Timur tentu periode yang berkutnya giliran wakilnya menjadi presiden MADN.

Kalimantan Timur, saudara tua dari Kalimantan Utara, bisa jadi akan mengawal Ibu Kota Negara (IKN). Hal itu mengingat MADN harus bisa menjadi agen perubahan dalam kehidupan masyarakat, dan bisa menyampaikan informasi yang baik dan benar hingga ke daerah pedalaman. Kini organisasi MADN sudah sampai hingga ke pedalaman di seluruh wilayah Kalimantan. Oleh sebab itu, semua program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah diharapkan MADN bisa berperan aktif menyosialisasikannya pada masyarakat.

Pada Musyawarah Nasional V MADN dilaksanakan pada 18-20 Juni 2021 di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, pemegang hak pilih secara aklamasi memilih Dr. Drs. Marthin Billa, M.M. menjadi Presiden MADN masa bakti 2021-2026. Dilanjutkan pemilihan Tim Formatur Munas V MADN untuk menyusun komposisi dan personalia pengurus lengkap MADN masa bakti 2021-2026.

Selengkapnya berikut ini Presiden MADN sejak terbentuknya.

No Nama Mulai menjabat     Selesai menjabat
1. Agustin Teras Narang 2010     2015
2. Cornelis 2015     2020
3. Marthin Billa 2021     Petahana 

Seperti tampak dalam tabel di atas, tiga Presiden MADN berturut-turut adalah Teras Narang, Cornelis, dan Marthin Billa. Dua Presiden MADN sebelumnya adalah gubernur di Kalimantan. 

Sejak adanya Presiden Dayak (MADN), suku bangsa pemangku dan pewaris pulau terbedar ke-3 dunia ini cukup diperhitungkan. Respek pun datang dari berbagai pihak. Sementara pemarginalan serta penistaan semakin minim. Demikian pula komodifikasi adat budaya yang cenderung merendahkan harkat dan martabat suku bangsa Dayak. Jika toh ada, mereka kini tidak tinggal diam. Akan diadakan perlawanan dan pembelaan.

De facto, eksistensi Presiden Dayak memberi penguatan dalam berbagai aspek kehidupan penduduk yang terkenal ramah ramah, tapi pada waktunya bisa tegas dan keras untuk hal-hal yang sangat mendasar terkait dengan martabat serta kehormatan suku bangsa Dayak. (X-5)

LihatTutupKomentar
Cancel