Bola Api di Langit Bali pada Hari Nyepi

Bali, Nyepi, bola api, langut, beruntung

Bola api di langit Bali ketika Hari Nyepi. Foto: MA.

PATIH JAGA PATI : Pada hari suci Nyepi di Bali, sebuah pengalaman luar biasa menanti bagi orang yang beruntung. Mengapa? Karena mereka dapat menyaksikan keajaiban yang disebut "bola api." 

Bola api, bukan sembarang fenomena, tetapi sebuah peristiwa yang dianggap sebagai adu ilmu para orang pintar.

Bola api: keberuntungan buah kebijaksanaan

Ketika langit Bali mulai gelap gulita. Sementara dunia memasuki masa Nyepi, momen yang paling dinantikan pun tiba. 

Baca Ogoh-Ogoh : Lebih Dari Karya Seni Dan Pertunjukan Khas Bali

Beberapa orang beruntung dapat merasakan keajaiban ini, sebuah bola api yang mengambang di langit dengan keindahan yang memukau. Namun, bola api bukanlah fenomena alam biasa; menurut keyakinan masyarakat setempat, ini adalah hasil dari adu ilmu orang-orang pintar yang bersama-sama menciptakan spektakel ini.

Para penduduk sekitar meyakini bahwa bola api adalah buah dari kebijaksanaan dan kekuatan spiritual yang tergabung dalam Nyepi. 

Para pemangku adat dan tokoh spiritual menggunakan ilmu mereka untuk menciptakan penampilan yang memukau, seakan-akan melibatkan alam dalam upacara keheningan ini.

Saat bola api mengambang di langit, orang-orang yang menyaksikannya merasa tersentuh oleh keagungan spiritual yang melingkupi pulau ini. 

Orang memandang bola api sebagai simbol harmoni dan kesatuan, mencerminkan kekuatan kolektif dari orang-orang yang bijak dan penuh rasa hormat terhadap tradisi.

Nyepi bukan hanya tentang keheningan fisik

Sejatinya, Nyepi bukan hanya tentang keheningan fisik, tetapi juga tentang ketenangan batin yang dapat dicapai melalui pemahaman dan penghormatan terhadap alam serta kearifan lokal. 

Sambut Ganjar Kampanye Di Ambawang, Hari Ini. Cornelis : Kita Merahkan Kalbar!

Bola api yang mempesona ini, yang tercipta melalui adu ilmu orang pintar, menjadi satu-satunya sentuhan magis yang memperkaya makna dari perayaan Nyepi di pulau dewata, Bali.

Laporan dan foto: Maria Amanda
Editor: Masri Sareb Putra

LihatTutupKomentar
Cancel