Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya Mempromosikan Moderasi Beragama

Institut Agama Kristen Negeri , IAKN, Palangka Raya, Wilson, Direktur Program, Pascasarjana

Seminar Nasional dengan mengangkat tema “Indonesia Rumah Moderasi”, Selasa (14/09/2021).

Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya berperan sebagai motor moderasi beragama di Indonesia dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang mempromosikan dialog antar-agama dan kerukunan antar-umat beragama. 

Pada tahun 2011, IAKN Palangka Raya menggelar sebuah seminar dengan tema "Indonesia Rumah Moderasi", yang bertujuan untuk membahas pentingnya moderasi beragama dalam konteks Indonesia yang majemuk. 

Persisnya Seminar Nasional dengan mengangkat tema “Indonesia Rumah Moderasi”, Selasa (14/09/2021). Seminar ini menjadi forum untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya toleransi, saling penghargaan, dan kerukunan antar-agama di tengah masyarakat yang beragam.

Prosiding seminar ini

Hasil dari seminar tersebut kemudian diolah menjadi sebuah kertas kerja atau makalah yang dibukukan oleh Lembaga Literasi Dayak di Jakarta. 

Dr. Wilson.
Buku ini disunting oleh Dr. Wilson dan timnya, dan menjadi sebuah manual bagi para pelaku dan penganjur kehidupan yang rukun dan damai di Indonesia, tanpa memandang sekat agama dan kepercayaan. Wilson adalah Direktur Program Pascasarjana IAKN.


Buku ini berfungsi sebagai panduan praktis bagi masyarakat untuk membangun hubungan yang harmonis dan saling mendukung antar-umat beragama, serta mempromosikan sikap moderasi dalam memahami dan mempraktikkan agama atau kepercayaan masing-masing.

 Dengan demikian, IAKN Palangka Raya dan kolaborasi dengan Lembaga Literasi Dayak memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat semangat moderasi beragama di Indonesia.

Pendidikan Masyarakat Majemuk 

Pendidikan masyarakat majemuk akan menghasilkan pendidikan yang menekankan pada nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan dialog antar-agama. Berikut adalah kaitan antara Kritikal Teori dan moderasi beragama di Indonesia:

IAKN akan mengadvokasi pengakuan dan penghormatan terhadap beragam agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Ini berarti pendidikan akan mengajarkan tentang keberagaman agama secara inklusif dan tidak memihak, serta mempromosikan sikap saling menghormati antar-umat beragama.

Selain itu, IAKN mendorong pendidikan untuk tidak hanya mengajarkan aspek-aspek teologis dan ritual agama, tetapi juga untuk memahami konteks sosial, budaya, dan sejarah di mana agama-agama tersebut berkembang. Pemahaman ini akan membantu masyarakat untuk memiliki perspektif yang lebih luas terhadap agama-agama lain dan mencegah terjadinya konflik dan presepsi negatif.

Promosi Dialog antar-agama

IAKN mendorong adanya dialog aktif antar-umat beragama dalam lingkungan pendidikan. Hal ini dapat diwujudkan melalui program-program interfaith, lokakarya, atau kegiatan-kegiatan lain yang memfasilitasi pertemuan dan diskusi antara pemeluk agama yang berbeda untuk saling memahami dan memperkuat kerukunan.

Pergurua tinggi negeri ini menekankan penolakan terhadap ekstremisme dan intoleransi dalam pendidikan. Melalui pemahaman yang kritis terhadap struktur kekuasaan dan pemikiran radikal, pendidikan dapat membentuk generasi yang mampu melawan radikalisme dan mendorong moderasi dalam mempraktikkan agama.

Dengan demikian, pendidikan masyarakat majemuk di Indonesia yang dipromosikan IAKN akan berkontribusi pada terwujudnya moderasi beragama yang sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, yang menjunjung tinggi keragaman dan persatuan dalam keberagaman.

- Rangkaya Bada

LihatTutupKomentar
Cancel