Mustike Indah Jaye Sempurne : Peringatan di Muka Istana Kerajaan Matan

Matan, istana, Mustike Indah Jaye Sempurne, Ketapang

Seperti judul narasi itu tulisan di muka istana Kerajaan Matan.
Sore jelang senja kala itu. Saya ditemani Musa Narang, sahabat sejak SMA, beranjang sana ke situs yang merupakan lokus kerajaan Matan zaman dahulu kala.
Baca Patih Jaga Pati| Simbol Kerajaan Ulu Aik Dan Dayak Ada Padanya

Sebenarnya panoramanya indah. Seperti biasa, pusat kerajaan di kota raja zaman dahulu kala adanya di pesisir. Istana menghadap sungai yang merupakan pusat, sekaligus simbol kerajaan. 

Jika saja dikelola dengan saksama, situs ini bisa menjadi wisata sejarah yang bukan saja bernilai, melainkan juga menawarkan berbagai keunggulan. Terutama bisa mendatangkan sumber pendapatan daerah sektor ekonomi kreatif (pariwisata) jika dikelola dengan sempurna.

Sore itu matahari yang telah tergelincir jatuh ke ufuk barat. Namun, sang penguasa siang masih membiaskan sisa warna kuning keemasan. Sebagai emas, warna kuning agung seperti melapisi permukaan sungai Pawan. Lalu lalang kapal motor kilik kulu (ke hilir dan ke hulu) menderukan bunyi. Menambah suasana kian mengharu biru. Ada semacam hawa magis yang datang dari dalam alam keraton yang hanya bisa dirasakan, tidak bisa untuk dijelaskan.

Begitu kaki akan menapak masuk ke dalam istana. Mata pun terpanah pada tulisan warna kuning  mencolok mata yang terpampang pada dinding. Dahulu kala, bangunan itu adalah pos penjagaan. Sebelum masuk ke dalam halaman istana, setiap tamu wajib diperiksa dan ditanyai, "Apa maksud kedatangannya?"

Maka terbaca:

Mustike Indah
Jaye Sempurne 
Dilupakan pantang
Dilangkah tulah

Bernas. Singkat padat. Namun, pesannya jelas.

Dilupakan pantang. Apa makna pesannya? Peringatan untuk jangan lupa! Pada sejarah, nenek moyang, jasa pendahulu, dan amal baiknya. Tanpa mereka, kita tidak (bisa) seperti yang sekarang ini.

"Dilupakan pantang" adalah kata petuah. Pengingat. Biasa digunakan untuk mengingatkan seseorang tentang fakta atau detail penting yang harus  dipertimbangkan: jangan lupa (itu).

Dilangkah tulah. Tulah adalah "kemalangan". Yang diakibatkan oleh  disebabkan oleh kutuk karena perbuatan yang kurang baik terhadap orang tua. 
Baca Pati, Atau Patih Kerajaan Ulu Aik Dalam Naskah Zaman Kolonial Belanda

Bukan main dalam dan luar biasa makna tulisan, yang lebih berkonotasi edukasi ini. 

Beranjang sana ke situs bekas kerajaan Matan ini, kita bukan hanya masuk ke dalam alam masa lampau. Tetapi juga menghayati sejarah untuk menemukan konteks nilai maknanya pada masa kini. *)

LihatTutupKomentar
Cancel