Masyarakat Kayong Utara Keluhkan Anjloknya Harga Karet ke Politisi

Kayong Utara, Ketapang, karet, anjlok

Tanaman karet rakyat yang terancam ditebang.

Harga karet yang stagnan, bahkan cenderung anjlok, selama lima tahun telah membuat kegelisahan di antara penduduk Kayong Utara, Ketapang, Kalimantan Barat. 

Mereka merasa bahwa kondisi ini telah memukul sektor pertanian mereka, khususnya petani karet. Upaya mereka untuk menyuarakan keluhan ini mencapai puncaknya ketika mereka memutuskan untuk mengadukan masalah ini kepada seorang wakil rakyat yang berasal dari Partai Demokrat Kalimantan Barat.

Dalam konteks ini, Rasmidi, yang merupakan politisi yang mendengarkan aspirasi mereka, memberikan pandangan yang sangat penting.  

Rasmidi (Pontianak Post 23/08-2023) mengungkapkan bahwa masyarakat di wilayah tersebut memiliki harapan besar terkait dengan potensi tanaman sawit. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa harga karet yang tidak stabil selama ini telah menimbulkan ketidakpastian di kalangan petani. Hasilnya, para petani merasa terdorong untuk mengambil langkah drastis dengan menebang pohon karet yang telah ada dan beralih ke penanaman sawit sebagai solusi alternatif.

Namun, harapan untuk perubahan yang lebih baik tampaknya belum sepenuhnya terealisasi. Masyarakat yang telah menggantungkan harapan pada tanaman sawit mulai merasakan kekecewaan. Harga sawit juga belum mampu memberikan hasil yang diharapkan, dan hal ini akhirnya menambah beban keluhan yang mereka ungkapkan.

Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana respons terhadap keluhan dari Masyarakat Kayong Utara ini? Apakah langkah konkret telah diambil oleh pihak berwenang untuk mengatasi permasalahan harga karet dan sawit ini? Apakah ada upaya untuk membantu mengurangi dampak ekonomi yang dirasakan oleh para petani? 

Pertanyaan-pertanyaan ini mewakili ketidakpastian yang masih mengelilingi proses penyelesaian masalah ini. Walaupun harapannya besar, realisasi dari solusi yang efektif mungkin masih merupakan tantangan yang kompleks dan memerlukan kerjasama dari berbagai pihak.

LihatTutupKomentar
Cancel