Agenda dan Momentum Bersejarah: Peluncuran Buku "Sumpah Kedaulatan Dayak"

Alexander Wilyo, Hulu Aik, Balai Kepatihan Jaga Pati, Ketapang, Sumpah, Kedaulatan Dayak, Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Benua,

Tampak depan-belakang cover buku memoar Alexander Wilyo.


PATIH JAGA PATI : Pada sela-sela rangkaian acara peresmian Balai Kepatihan Jaga Pati, Ketapang, pada tanggal 4 Mei 2024, ada satu momen yang begitu bersejarah. 

Acara tersebut menjadi penanda kebanggaan bagi suku bangsa Dayak serta Kerajaan Ulu Aik, karena memperkenalkan sebuah karya sastra yang sangat berharga. 

Momen tersebut adalah peluncuran memoar Alexander Wilyo yang berjudul Sumpah Kedaulatan Dayak -- memoar yang mengisahkan perjalanan hidup Patih Jaga Pati, Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua, yang diabadikan oleh ALEXANDER WILYO.

Lembaran baru sejarah untuk masa kini

Pada intinya, memoar ini menempatkan Patih Jaga Pati dalam konteks dan horizon Kerajaan Hulu Aik, dahulu, kini, dan masa depan. 

Dalam peluncuran memoar ini, terbuka lembaran baru yang menampilkan kekayaan budaya dan sejarah suku Dayak serta kejayaan Kerajaan Ulu Aik. 

Memoar ini menjadi jendela bagi generasi masa kini untuk memahami nilai-nilai kepahlawanan, kebijaksanaan, dan semangat kebangsaan yang telah mengakar dalam budaya Dayak. 

Melalui kata-kata yang hidup dan penuh makna, Alexander Wilyo membawa pembaca untuk menyelami kehidupan dan perjuangan Patih Jaga Pati dalam menjaga kedaulatan dan kehormatan suku Dayak.

Dengan peluncuran memoar ini, Patih Jaga Pati bukan hanya menghormati warisan budaya leluhur, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk terus menghargai dan melestarikan warisan yang mereka warisi. 

Memoar ini adalah bukti nyata akan kekuatan literatur dalam mempertahankan identitas budaya dan sejarah suatu bangsa.

Tangkapan layar kamera menggambarkan hingga larut Panitia bersiap-sedia untuk menyukseskan panggung  dalam setiap mata acara.

Diharapkan Pustaka ini menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan bagi banyak orang, serta menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat dan memperkaya keberagaman budaya Indonesia.

Sumpah Kedaulatan Dayak

Apa saja yang menjadi kandungan isi Sumpah Kedaulatan Dayak?

Sumpah Patih Jaga Pati menggelegarkan 3 kedaulatan bagi suku bangsa Dayak, yakni:

  1. Daulat Budaya. Patih Jaga Pati menegaskan komitmen untuk melindungi dan memelihara budaya Dayak sebagai cerminan identitas mereka. Ini mencakup adat istiadat, bahasa, seni, dan ritual yang menjadi pondasi keutuhan suku Dayak di tengah arus modernisasi.
  2. Daulat Ekonomi. Patih Jaga Pati  berjanji untuk melindungi hak-hak ekonomi suku Dayak dan memastikan akses dan kendali atas sumber daya alam yang penting bagi kehidupan dan budaya mereka.
  3. Daulat Politik. Patih Jaga Pati menyadari perlunya kontrol atas nasib politik sendiri, dan partisipasi politik suku Dayak menjadi kunci dalam memastikan aspirasi dan kepentingan mereka diakui dalam masyarakat yang semakin terhubung dan kompleks.

Rancangan Acara Peluncuran Memoar Sumpah Kedaulatan Dayak

  • Tanggal: 4 Mei 2024
  • Tempat: Balai Kepatihan Jaga Pati, Ketapang
  • Waktu: 09.00 - 12.00 WIB

1. Pembukaan 

   - Sambutan Pembukaan oleh Ketua Panitia Acara

   - Penyambutan Tamu dan Pengunjung

   - Penyampaian Sejarah Singkat tentang Memoar "Sumpah Kedaulatan Dayak"

2. Sambutan dan Pengantar Acara

   - Sambutan dari Perwakilan Kerajaan Ulu Aik

   - Sambutan dari Perwakilan Suku Bangsa Dayak

   - Pengantar tentang Isi Memoar oleh Penulis, Alexander Wilyo

3. Pembacaan Cuplikan Memoar  

   - Pembacaan cuplikan menarik dari memoar oleh pembaca tamu yang dipilih

4. Prosesi Peluncuran Buku  

   - Penyerahan secara simbolis memoar kepada perwakilan suku Dayak dan Kerajaan Ulu Aik

   - Foto bersama dengan penulis dan perwakilan suku Dayak serta Kerajaan Ulu Aik

5. Pemaparan Makna dan Nilai-nilai dalam Memoar  

   - Diskusi singkat tentang makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam memoar oleh seorang akademisi atau budayawan

6. Penutup

   - Ucapan Terima Kasih dari Panitia Acara

   - Pembacaan Puisi atau Lagu yang Menggambarkan Semangat Kedaulatan Dayak

   - Doa Penutup

7. Sesi Penandatanganan Buku

   - Kesempatan bagi pengunjung untuk mendapatkan tanda tangan dari penulis (opsional)

8. Acara Santai dan Pameran Budaya  

   - Penyajian hidangan tradisional dan minuman khas suku Dayak

   - Pameran budaya berisi seni, kerajinan, dan artefak dari suku Dayak dan Kerajaan Ulu Aik

Peluncuran memoar "Sumpah Kedaulatan Dayak" kiranya  berjalan lancar. Sekaligus menjadi momen yang berkesan bagi semua pihak yang terlibat serta pengunjung yang hadir.

  • Rangkaya Bada

LihatTutupKomentar
Cancel