Tino Dayak Ganteng dan Kebangkitan Industri Musik Dayak Era Digital

Tino, Dayak Ganteng, Industri Musik, Dayak, Era Digital

 

Tino Ame (membentuk jari V) bersama Wika Salim pada undangan digital 70 tahun Cornelis.

Dari sudut-sudut mistis Kalimantan Barat. Muncul seorang bintang cemerlang. Dikenal sebagai Tino Ame, nama aslinya: Tino Asprilla Anthon. 

Tino tidak sekadar mengalunkan nada-nada indah, tetapi mengukir kisah unik dalam dunia musik. Tino Ame bukanlah sekadar penyanyi; ia adalah seorang seniman lengkap dengan kemampuan menulis lagu yang memukau.

Karya gemilang yang membawanya ke puncak apresiasi adalah lagu epik "Dayak Ganteng". Di dalam harmoni lagu ini, Tino Ame bukan hanya menjadi pencipta, tetapi juga pelantun utamanya. Latar belakang sebagai pemuda Dayak asli dari Kabupaten Sintang memberi warna autentik pada perjalanannya dalam industri music. Sosok pemuda ugahari serta ramping itua sukses memperoleh julukan akrab "Dayak Ganteng" yang melekat erat.

Sebagai seorang penulis lagu muda asal Kalimantan Barat, Tino Ame telah menghiasi repertoarnya dengan banyak lagu daerah, khususnya dari warisan budaya Dayak. Dan tak hanya itu, beberapa lagu ia nyanyikan dengan penuh semangat, menghadirkan jiwa dalam setiap nada, dan tersaji lewat saluran YouTube pribadinya di Chanel Tino Ame.

Cinta mendalam Tino Ame pada musik telah membimbingnya sejak usia dini. Minat inilah yang membawanya menjelajahi seni mencipta lagu dengan notasi yang mempesona, menghasilkan lagu-lagu yang tidak hanya enak didengar tetapi juga mudah diingat.

Sukses yang memikat dan popularitas yang membuncah dari lagu "Dayak Ganteng" membawa Tino Ame menjelma menjadi sosok penting dalam panggung hiburan Kalimantan Barat. 

Setiap penampilan di atas panggung diramaikan oleh getaran unik pita suaranya yang menjadi ciri khas. Tino Ame bukan sekadar penyanyi atau pencipta lagu, melainkan seorang entertainer sejati yang mampu menghipnotis penonton dengan pesona dan pesan dalam musiknya.

Karya gemilang yang membawanya ke puncak apresiasi adalah lagu epik "Dayak Ganteng".Dengan popularitas yang melonjak, Tino Ame menjadi sosok paling dinanti di berbagai event penting.

Tino Ame tidak hanya menginspirasi dengan bakat dan prestasinya, tetapi juga menggambarkan potensi luar biasa musik dan lagu Dayak sebagai kekuatan industri di era digital. Konsep "ekonomi kreatif", sebagaimana disampaikan oleh Pangestu (2009), dengan gemilang diwujudkan oleh Tino Ame, membuktikan bahwa lagu-lagu lokal seperti yang diciptakan olehnya mampu menjadi tambang sekaligus penggerak roda ekonomi yang tangguh dalam era digital saat ini.

Dengan seluruh pencapaiannya, Tino Ame adalah bukti nyata bahwa budaya dan kreativitas dapat berpadu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan, mengilhami perkembangan industri musik di tanah air.

Dengan popularitas yang melonjak, Tino Ame menjadi sosok paling dinanti di berbagai event penting. Seperti halnya bintang bersinar, ia tak hanya mengisi hari-hari dengan musik, tetapi juga membawa pesonanya ke panggung-panggung utama. 

Dua di antaranya, panggung-panggung besar yang mengukuhkan posisinya, adalah Iban Summit II dan Keling Kumang Festival pada 25 Maret 2023, di lokasi yang indah, Tapang Sambas. Tak hanya itu, ia juga tampil dalam Perayaan Syukur 70 tahun Cornelis di Ngabang pada 27 Juli 2023, menorehkan kenangan tak terlupakan.

Iban Summit II, sebuah acara besar yang menghimpun semangat masyarakat Dayak Iban Indonesia-Sarawak, menjadi ajang di mana Tino tampil menggetarkan panggung. Sementara cahaya malam memancar, suara khasnya memenuhi udara, menciptakan harmoni yang meresap dalam setiap hati yang hadir. 

Begitu juga dengan Keling Kumang Festival, sebuah persembahan budaya yang membangkitkan semangat lokal. Tino menjadi bagian penting dari perayaan ini, menghidupkan setiap sudut dengan suara indahnya yang begitu dikenal.

Namun, salah satu momen paling mencolok adalah ketika Tino bergabung dengan artis ibukota yang bersinar, Wika Salim. Di malam yang penuh pesona, tepat pada 27 Juli 2023, keduanya bersatu dalam Perayaan Syukur 70 tahun Cornelis di Ngabang.

Panggung menjadi tempat di mana dua aliran musik dan kepribadian unik bersatu, menciptakan performa yang menakjubkan dan menggetarkan. Mereka mengajak penonton dalam perjalanan tak terlupakan melalui harmoni dan irama, menghiasi malam dengan pesona yang memukau.

Panggung-panggung besar ini bukan hanya mencerminkan popularitas Tino Ame, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penyanyi dan entertainer paling menonjol dalam jagat musik Indonesia. Keberanian dan talenta Tino yang dikembangkannya, membawanya tampil di hadapan ribuan mata yang terpana. 

Tiap kali tampil, Tino menorehkan kenangan dan pengalaman tak terlupakan dalam dunia hiburan yang dinamis.Terutama "Dayak Ganteng" yang terlanjur identik dengan dirinya.*)

 

 

LihatTutupKomentar
Cancel