Tino Ame "Dayak Ganteng": Fenomena Kebangkitan Industri Lagu Pop Dayak

Tino Ame,"Dayak Ganteng, musik etnis, Dayak, etnomusikologi
Tino Ame "Dayak Ganteng" di tengah aktivis Gerakan CUKK pada malam Iban Summit II di Tapang Sambas, 25 Maret 2023.

Dayak ganteng, Dayak ganteng, Dayak ganteeeng
Kami urakng Dayak sidi ganteng-ganteng..
..

Tino Ame, nama yang kini telah diidentikkan dengan lagu populer Dayak Ganteng, telah berhasil meraih popularitas luar biasa di wilayah Kalimantan Barat. 

Lagu ini telah menjadi anthem di kalangan Dayak saat ini, menghadirkan semangat, kebanggaan, dan identitas budaya mereka. "Dayak Ganteng" bukan hanya sebuah lagu, melainkan juga merupakan simbol dari semangat persatuan dan kebersamaan di antara masyarakat Dayak.

Tino Ame, dengan panggilan "Penyanyi Lima Juta," telah meraih prestasi yang luar biasa dalam karirnya. Sejak lagunya meledak di pasaran, ia telah menjadi sorotan media dan masyarakat secara luas. 

Kehadirannya yang energetik di atas panggung, disertai suara merdunya, telah menjadikannya idola bagi banyak orang. Dengan setiap penampilan di panggung, ia berhasil menghadirkan kesan yang tak terlupakan, menciptakan pengalaman yang mendalam bagi para penontonnya.

Keberhasilan Tino Ame tidak hanya terbatas pada Kalimantan Barat. Popularitasnya telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Lagunya telah membahana hingga ke berbagai lapisan masyarakat, menjembatani kesenangan musik dengan kekayaan budaya Dayak. Ini adalah contoh nyata bagaimana seni musik dapat menghubungkan berbagai latar belakang dan menginspirasi banyak orang.

Dayak Ganteng" bukan hanya sebuah lagu. Melainkan juga  telah menjadi anthem di kalangan Dayak saat ini. Fenomena kebangkitan industri musik Dayak, atau etnomusikologi.

Tak hanya dikenal sebagai penyanyi berbakat, Tino Ame juga merupakan duta budaya Kalimantan Barat. Ia mampu menggambarkan keindahan dan keragaman budaya Dayak melalui lagu-lagunya, sekaligus mempromosikan warisan budaya yang kaya kepada dunia luar. 

Di setiap penampilannya, Tino tak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi tentang pentingnya menjaga dan menghormati warisan budaya kita.

Tentu saja, kepopuleran Tino Ame telah membawa manfaat ekonomi pula. Ia sangat diminati untuk tampil di berbagai acara, mulai dari festival budaya hingga acara amal. Kehadirannya menjadi daya tarik utama yang mampu menarik penonton sebanyak lima juta orang atau lebih dalam satu pertunjukan. Paket penampilannya yang dihargai sebesar Rp 5 juta satu paket sekali manggung tidak hanya menguntungkan bagi Tino Ame sendiri, tetapi juga berdampak positif pada industri hiburan dan pariwisata di Kalimantan Barat.

Tino Ame bukan hanya penyanyi biasa; ia telah menjadi simbol yang menggambarkan semangat, kebanggaan, dan inovasi dalam industri musik Dayak. Dengan karir yang cemerlang dan dampak positif yang ia ciptakan, ia telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan seni budaya dan industri hiburan di wilayah Kalimantan Barat dan lebih jauh lagi.

Dalam upaya serius mengembangkan industri musik daerah Dayak, perlu adanya investasi dalam produksi yang berkualitas, manajemen acara yang profesional, serta promosi yang efektif. Kolaborasi antara musisi, produser, promotor, dan pihak terkait lainnya juga dapat mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. 

Dengan strategi yang tepat, industri musik daerah Dayak memiliki potensi untuk tidak hanya memperkaya budaya musik lokal, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat dan masyarakat luas.

"Dayak Ganteng" telah meraih popularitas yang besar di Kalimantan Barat. Setiap kali ada acara atau pesta di daerah tersebut, lagu ini selalu menjadi pilihan wajib dan tak pernah absen dari daftar lagu yang dinyanyikan. 

Dengan irama yang menghentak dan lirik yang penuh semangat, lagu ini bukan hanya menggoyang panggung, tetapi juga menghadirkan kegembiraan yang menular kepada seluruh hadirin. Dikarang dan dinyanyikan oleh artis ternama, Tino Ame, lagu ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan musik lokal. "Dayak Ganteng" dipublikasikan melalui album "Dayak Ganteng [Harmoni Cover]," yang dirilis pada tahun 2020.

"Dayak Gantang" juga menjadi lagu dan musik hiburan andalan saat Tino Ame membawakannya dalam perayaan syukur atas usia 70 tahun Cornelis di kediamannya, yang terletak di Taman Bukit Cornelis, Ngabang, Kalimantan Barat 27 Juli 2023. Penampilan tersebut mengundang antusiasme luar biasa dari lebih dari 6.000 hadirin yang hadir. 

Suasana meriah dipenuhi suara sorakan, kegembiraan, dan nyanyian bersama yang terdengar saat lagu ini mengalun, sementara gerakan bergoyang tak terhindarkan bagi mereka yang merasakan ritme yang energetik. Keikutsertaan "Dayak Gantang" dalam acara ini semakin memperkuat pengaruh lagu ini sebagai bagian integral dari kebudayaan dan hiburan di wilayah Kalimantan Barat.

LihatTutupKomentar
Cancel