Tjhai Chui Mie : Pesona Perempuan Hakka Walikota Singkawang

Tjhai Chui Mie, PDI Perjuangan, Lasarus, walikota, Singkawang, Kalimantan Barat, Hakka, Manulife, anciang, Sedau, SMP Santo Tarsisius, Mustika Mitra

  • Tjhai Chui Mie : pesona pemimpin perempuan Hakka.

PATIH JAGA PATI : Tjhai Chui Mie. Bak kisah silat Kho Ping Hoo. 

Nama perempuan Hakka nan anciang ini melambung di jagad dunia "persilatan politik". Terutama di Kalimantan Barat, tetapi juga nasional, dan dunia.

Baca Lidya Natalia Sartono: Muda Tak Jadi Hambatan

Pasalnya, mantan agen sebuah asuransi yang berhasil ini meroket cepat kariernya di bidang politik. 

Chui Mie akan maju lagi

Akankah perempuan yang menitis darah Hakka ini maju lagi pada pemilihan wali kota Singkawang tahun 2024? 

Ini adalah pertanyaan yang menggantung di udara, dan banyak yang menantikan jawabannya. 

Menurut Lasarus, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat, partai menginstruksikan untuk "Memprioritaskan incumbent maju ke periode kedua."

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa Chui Mie akan "ditugaskan" PDIP maju merebut kursi walikota Singkawang periode 2024 - 2029.

Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai wali kota pada tahun 2022, Tjhai Chui Mie telah meninggalkan jejak positif yang sulit dilupakan di Singkawang. Namun, perjalanan politiknya mungkin belum selesai.

Jika kita melihat strategi partai-partai politik yang berpengaruh, terutama partai merah, mereka seringkali mengutamakan pencalonan kandidat di DPRD/DPR sebelum mereka memasuki arena eksekutif seperti kepala daerah. 

Baca Ayu Nike : Pramugari Dan Penari Dayak

Hal ini dapat dilihat sebagai langkah strategis untuk membangun pengalaman dan basis politik yang kuat sebelum mengambil peran yang lebih besar.

Strategi PDIP merebut kursi legislatif

Naga-naga politik Singkawang pun begitu. Tjhai Chui Mie, dengan rekam jejaknya yang mengesankan dan popularitas yang terus meningkat, dapat diprediksi akan mengikuti jejak ini. 

Dalam waktu yang tepat, Chui Mie dapat memutuskan untuk kembali ke politik sebagai mendukung suara partai untuk DPRD atau bahkan DPR. Sekaligus, dengan itu memperkuat posisinya dalam dunia politik sebelum memutuskan untuk mencalonkan diri lagi sebagai walikota.

Menurut Lasarus, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat, partai menginstruksikan untuk "Memprioritaskan incumbent maju ke periode kedua." Chui Mie akan "ditugaskan" PDIP maju merebut kursi walikota Singkawang periode 2024 - 2029.

Namun, satu hal yang pasti adalah semangatnya yang tak kenal lelah untuk melayani masyarakat Singkawang dan tekadnya untuk membawa perubahan positif ke kota tersebut tetap membara. 

Meskipun kita tidak dapat meramalkan masa depan politiknya, satu hal yang dapat dipastikan adalah bahwa Tjhai Chui Mie akan terus bekerja dengan hati dan pantang menyerah, baik dalam karier politik maupun dalam berbagai aktivitas sosial dan keluarganya yang penuh kasih. 

  • Chui Mie di antara suami dan anak-anak kesayangan.
Dalam cerita "silat" yang masih panjang ini, Singkawang dan Indonesia memiliki pemimpin yang inspiratif yang siap untuk menghadapi masa depan yang cerah.

Dalam sebuah kota kecil yang indah di pedalaman Kalimantan Barat, Singkawang, terlahir seorang perempuan yang bakatnya menyinari perjalanan hidupnya sendiri dan kota itu sendiri. 

Baca Marsha Milan: O.... Dayak Toh?

Pekerja keras yang tekun meniti karier dari bawah

Tjhai Chui Mie. Lahir pada tanggal 27 Februari 1972, Tjhai Chui Mie tumbuh dalam keluarga yang berakar dalam budaya Tionghoa dan agama Buddha. Keberagamaan dan budaya ini menjadi fondasi kuat dalam perjalanan hidupnya.

Dari usia muda, Tjhai Chui Mie telah menunjukkan tekad dan semangat untuk sukses. Pendidikan formalnya dimulai di SDN 18 Sedau, Singkawang, dan berlanjut ke SMP Santo Tarsisius. 

Namun, semangat belajarnya yang kuat membawanya meraih lulusan SMA dari SMK Pratiwi pada tahun 1992.

Setelah menyelesaikan pendidikan formalnya, Tjhai Chui Mie memulai karier profesionalnya di PT Mustika Mitra, di mana ia berperan dalam administrasi pada tahun 1992. 

Kemudian, ia berpindah ke Toko Inti Logam, di mana ia memegang posisi administrasi keuangan selama delapan tahun, hingga tahun 2001. Keahliannya dalam mengelola keuangan membawanya ke langkah berikutnya, PT. Asuransi Jiwa Manulife, di mana Chui Mie  menjadi Unit Manager dari tahun 2002 hingga 2014.

Namun, Tjhai Chui Mie tidak hanya berfokus pada karier profesionalnya. Dia juga merasa tanggung jawab untuk memberikan kontribusi kepada masyarakatnya. 

Sebagai seorang relawan di Yayasan Tzu Chi sejak tahun 2010, dia telah mengabdikan dirinya untuk membantu orang yang membutuhkan. Tidak hanya itu, pada tahun 2012, dia menjadi ketua dalam Team Sukses Pilgub Kalbar, mendukung pasangan Cornelis-Christiandy.

Baca Mengenal Atama Katama, Perwakilan Tetap Penduduk Pribumi Suku Dayak Di PBB

Tjhai Chui Mie juga telah memberikan kontribusi yang signifikan di dunia politik. Dia adalah anggota DPRD Kota Singkawang pada periode 2009-2014, dan kemudian terpilih lagi pada periode 2014-2019. 

Namun, pada tahun 2016, dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPRD karena dia memiliki visi yang lebih besar. 

Pada tahun 2017, dia mencalonkan diri sebagai wali kota Singkawang dan berhasil terpilih. Sebagai wali kota, dia bekerja keras untuk memajukan kota yang dicintainya.

Selama masa jabatannya sebagai wali kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menjalankan tugasnya dengan tekad dan semangat yang sama seperti yang dia tunjukkan dalam karier profesional dan aktivitas sosialnya. Dia berjanji untuk bekerja dengan hati dan pantang menyerah, sebuah moto yang telah membimbingnya sepanjang hidupnya.

Peran ganda dalam keluarga

Tjhai Chui Mie juga adalah seorang ibu yang penuh kasih. Dia memiliki empat anak kandung dan tiga anak angkat/keponakan yang dia sayangi. Keluarga selalu menjadi prioritasnya di tengah kesibukannya sebagai seorang pemimpin dan relawan.

Baca Belajar Ilmu Padi Dari Apai Janggut

Hari-hari wali kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, penuh dengan tantangan dan cobaan. Namun, dengan semangatnya yang tak kenal lelah, dia berhasil membawa perubahan positif ke kota tersebut. Pada 17 Desember 2022, saat masa jabatannya sebagai wali kota berakhir, banyak yang mengakui kontribusinya dalam memajukan Singkawang.

Tjhai Chui Mie adalah contoh nyata seorang pemimpin yang berdedikasi, pekerja keras, dan penuh semangat untuk melayani masyarakatnya. 

Kisah hidupnya mengilhami banyak orang untuk bekerja keras, memiliki visi besar, dan tetap setia pada nilai-nilai keberagamaan dan budayanya.(Rangkaya Bada)

LihatTutupKomentar
Cancel