Di Pulau Sebatik, Nasionalisme Kebangsaan itu Kian Menebal

Sebatik, tugu, Garuda Perkasa, perbatasan, Indonesia, Malaysia, Nunukan, Kalimantan Utara
Tugu perbatasan Garuda Perkasa di pulau Sebatik.

Semakin mendekati perbatasan dengan negara lain, semakin kuat rasa nasionalisme kita sebagai bangsa Indonesia. Perjalanan ke pulau Sebatik, yang terletak di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, adalah pengalaman yang benar-benar istimewa. 

Di pulau dengan luas 452,2 km² ini, batasan-batasan tradisional seperti dinding, laut, atau gunung hampir tidak ada. Di sini, kita merasakan betapa kuatnya rasa nasionalisme kita sebagai orang Indonesia tumbuh.

Baca Jalan Lingkar Krayan, Kalimantan Utara: Orang Dayak Kuat Menghadapi Tantangan

Pulau Sebatik terletak di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Dari segi administratif, pulau ini dikuasai oleh kedua negara. Bagian utara Sebatik berada di bawah kendali Malaysia, sementara bagian selatan pulau ini berada di bawah kedaulatan Republik Indonesia.

Sebatik adalah tempat yang unik karena di sini kita dapat merasakan kesatuan alam dan budaya yang melebur tanpa hambatan fisik. Perjalanan ke pulau ini membawa kita pada pengalaman yang menggugah semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Kita dapat melihat bagaimana masyarakat yang tinggal di sekitar pulau ini hidup berdampingan dalam keharmonisan, tanpa memedulikan batasan geografis.

Baca Ulang Uli : Ikan Hias Eksotik Khas KalimantanBarat

Ketika berada di Sebatik, kita dapat merasakan kekayaan budaya dan keragaman alam Indonesia yang luar biasa. Semua itu bersatu dalam satu kesatuan yang indah, menunjukkan kepada kita betapa pentingnya persatuan di tengah perbedaan. 

Semakin kita menjauhi batasan fisik, semakin kita menyadari bahwa nasionalisme kita harus didasarkan pada persatuan, bukan pemisahan.

Perjalanan ke pulau Sebatik adalah pelajaran hidup tentang pentingnya cinta tanah air dan persatuan sebagai bangsa Indonesia. Ini adalah tempat di mana kita bisa merasakan nasionalisme kita berkembang dengan kuat, tanpa ada batasan yang memisahkan kita. 

Sebatik mengajarkan kita bahwa kita semua adalah bagian dari satu bangsa, satu tanah air, dan satu tujuan - menjadi Indonesia yang lebih besar dan lebih bersatu.

Pendekatan kolaborasi
Pendekatan kolaborasi dan kooperasi jauh lebih baik daripada konfrontasi dan kompetisi, terutama dalam mengatasi perbedaan antara negara atau budaya yang berbeda. Dalam era globalisasi saat ini, saling bekerja sama dan memahami satu sama lain menjadi kunci untuk mencapai perdamaian, kemajuan, dan harmoni di dunia ini.

Pendekatan kolaboratif mengacu pada bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, sambil menghargai dan memahami perbedaan antara kelompok-kelompok yang berpartisipasi. Kolaborasi memungkinkan pertukaran ide, budaya, dan pengetahuan, yang dapat memperkaya semua pihak yang terlibat.

Baca Potensi Sumber Daya Alam Sandai

Sementara itu, kooperasi merujuk pada tindakan saling membantu dan mendukung antara individu, kelompok, atau negara-negara. Dalam konteks global, kerja sama internasional dan organisasi multilateral dapat membantu mengatasi tantangan global, seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan konflik.

Penting untuk memahami bahwa meskipun kita memiliki perbedaan budaya, bahasa, dan pola hidup, kita semua memiliki tujuan dan keinginan yang mendasar, seperti perdamaian, keadilan, dan kebahagiaan. 

Dengan berfokus pada kesamaan ini dan bekerja sama secara kolaboratif dan kooperatif, kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik dan harmonis bagi semua orang. (Rangkaya Bada)

LihatTutupKomentar
Cancel