Amanda Susanti: CEO dan Founder Sayurbox

Amanda Susanti, CEO, Founder, Sayurbox, Google, kolaborasi, Google Analytics

Amanda Susanti, CEO dan Founder Sayurbox. Sumber: Google

PATIH JAGA PATI : Amanda Susanti. KIta patut belajar banyak dari perempuan cantik dan kreatif ini. Ia piawai memanafaatkan jaringan, modal sosial, mejadikannnya modal finansial!

Muda bukan hambatan baginya untuk "kaya". Amanda bukan hanya mengandalkan jaringan digital Google sebagai suatu media digital yang bisa menjangkau secara luas dan nirbatas.

Lebih dari sekadar media dan gaya hidup, wanita belia ini bisa memperlihatkan kreativitas dan kecerdasan dalam memanfaatkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh jaringan dan media platform tersebut.

Dalam menangani kelemahan umum petani, yang bisa menanam dan memproduksi tetapi tidak bisa menjual, Amanda menunjukkan kreativitas. Perempuan cantik dan pintar ini memperkenalkan konsep pemasaran sayuran secara daring melalui platform Google.

Amanda menjual dan memasarkan secara berbeda

Amanda bukank hanya menjual produk, tetapi juga menciptakan pengalaman berbelanja yang menarik dan efisien bagi konsumen.

Kunjungi SMB Story - Sayurbox

Dengan menggunakan fitur-fitur seperti pencarian visual dan peta lokal, ia berhasil membangun hubungan yang lebih dekat antara produsen dan konsumen.

Amanda memimpin meeting di kantor: works smart. Google.

Keberhasilan Amanda tidak hanya terletak pada pemilihan platform, tetapi juga pada kecerdasannya dalam memahami tren pasar dan pola perilaku konsumen. Dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari Google Analytics, ia dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam merancang strategi pemasaran, menyesuaikan penawaran produk, dan meningkatkan kualitas layanan.

Baca Nadhira Nuraini Afifa Sebagai Commencement Student Speaker Di Harvard

Pemanfaatan jaringan dan media platform Google oleh Amanda juga mencerminkan kecerdasan bisnisnya. Dengan memanfaatkan Google Ads, ia dapat meningkatkan eksposur dan mencapai target pasar yang lebih luas.

Bantuan Google Maps

Selain itu, Google Maps membantunya mengoptimalkan logistik dan distribusi produk, menjadikan prosesnya lebih efisien dan ramah lingkungan.

Pentingnya kecerdasan berbasis data dalam pengambilan keputusan strategis juga tergambar dalam langkah-langkah Amanda.

Dengan memahami perilaku konsumen dan tren pasar melalui Google Trends, ia dapat merespons perubahan pasar dengan cepat dan memastikan bahwa produk yang ditawarkan selalu relevan dan diminati.

Anak muda pun bisa menjadi founder dan CEO perusahaan

Kisah sukses Amanda Susanti menegaskan bahwa kreativitas dan kecerdasan bukan hanya diperlukan dalam menciptakan produk atau layanan baru, tetapi juga dalam memanfaatkan teknologi dan jaringan secara optimal.

Dalam era digital ini, memahami cara terbaik untuk berkolaborasi dengan platform seperti Google menjadi kunci untuk membangun bisnis yang sukses, berkelanjutan, dan inovatif.

Mendirikan perusahaan zaman now

Mendirikan perusahaan di era digital ini memang mengalami transformasi yang signifikan dibandingkan dengan zaman dulu. Seiring dengan kemajuan teknologi, kini orang tidak harus menghadapi tantangan besar seperti harus memiliki kantor tetap, karyawan, dan modal yang besar. Berkat platform-platform digital seperti Google, seseorang dapat memulai bisnis dengan lebih mudah dan terjangkau.

Baca Salampak Dohong, Profesor Dayak Rektor Universitas Negeri Perbedaan mendasar terletak pada fleksibilitas dan aksesibilitas yang diberikan oleh platform seperti Google. Dulu, untuk memiliki bisnis yang stabil, seseorang harus mempertimbangkan biaya sewa kantor, gaji karyawan, dan modal usaha yang signifikan. Namun, kini, hanya dengan memiliki akun atau situs di Google, seseorang bisa memulai bisnisnya sendiri tanpa harus terbebani oleh biaya-biaya tersebut.

Amanda mitra petani: tak segan-segan "kotor" jika perlu. Bekerja dengan tulus.Google.
Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan sukses bukanlah hak eksklusif dari mereka yang memiliki sumber daya finansial besar.

Amanda Susanti menjadi contoh nyata bahwa dengan niat baik, komitmen, dan semangat untuk memberikan nilai tambah, seseorang dapat memulai bisnis dan mencapai keberhasilan tanpa harus mengikuti norma-norma bisnis tradisional. Peran Google dalam memfasilitasi bisnis ini juga tidak dapat diabaikan. Melalui akun atau situs di Google, seseorang dapat memanfaatkan berbagai fitur, seperti Google My Business untuk meningkatkan visibilitas lokal, Google Ads untuk memperluas jangkauan pasar, dan Google Analytics untuk mengukur kinerja bisnis.

Best practice

Dengan memanfaatkan teknologi ini secara efektif, seseorang dapat mengoptimalkan operasional dan membangun strategi pemasaran yang cerdas. Pentingnya menjalankan bisnis dengan fair, niat baik, dan semi kebaikan juga terlihat dalam kesuksesan Amanda Susanti.

Bisnis yang berfokus pada memberikan nilai tambah kepada pelanggan, mementingkan kualitas produk atau layanan, dan berkontribusi positif pada masyarakat lebih cenderung mendapatkan dukungan dan kepercayaan pelanggan.

Baca William Chang: Profesor Filsafat Pancasila Yang Ugahari Dengan demikian, pesan yang dapat diambil dari perubahan paradigma ini adalah bahwa kesuksesan dalam mendirikan perusahaan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sumber daya finansial besar, melainkan pada kemampuan untuk memanfaatkan teknologi, berkomitmen pada integritas bisnis, dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan.

Inilah pengalaman, yang menjadi praktik-baik, dari memulai dan menjalankan perusahaan di zaman now.

(Rangkaya Bada)


LihatTutupKomentar
Cancel