Dr. Namsi, Ph.D. : Aktif di IKN bukan Sebatas Masuk Struktur Badan Otorita

Namsi, IKN, FDKJ, Bengkayang, Dayak, Paser Penajam, Kalimantan Timur tenaga ahli, sosial dan budaya, MADN, Majelis Adat Dayak Nasional


Dr. Andersius Namsi, Ph.D. wakil Dayak di jajaran pimpinan Ororita IKN.

PATIH JAGA PATI: Usai menonton video sebuah podcast terkait topik Ibukota Nusantara (IKN), Dr. Namsi punya pendapat sendiri yang lebih condong mengafirmasi.

Simak Ibu Kota Negara Siap Pindah??? - Masri Sareb Putra | Ngobror

"Saya telah menonton seluruh putaran dan mendengarkan narasinya, saya merasa mendapatkan pencerahan yang sangat berguna," ungkap Dr. Namsi.

Seperti diketahui, Namsi salah satu dari segelintir orang Dayak yang berhasil mencapai posisi "ring 1" dalam jajaran pimpinan Otorita Ibukota Nusantara (IKN) yang berkedudukan di Kalimantan Timur. 

Putra Dayak Bengkayang dengan double degree Ph.D.
Dr. Namsi, yang merupakan putra Dayak dari Bengkayang, Kalimantan Barat, menjabat sebagai Tenaga Ahli Deputi Bidang Sosial dan Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat di IKN. 

Namsi ternyata punya double degree gelar Ph.D. Dari luar negeri pula. Maka sudah layak dan sepantasnya pria yang pernah aktif di organisasi Forum Dayak Kalimantan Barat (FDKJ) ini menempati posisi saat ini di IKN.

Prestasi Dr. Namsi yang mencapai posisi puncak di IKN menunjukkan bahwa orang Dayak mampu meraih kesuksesan dan menduduki posisi strategis dalam pemerintahan.

 Keberhasilannya bukan hanya sebagai pribadi, tetapi juga sebagai representasi inklusivitas dalam jajaran pimpinan di tingkat nasional. Saat ini, Namsi tinggal di Balikpapan. Jaraknya secara fisik sekian puluh kilometer dari pusat IKN, Paser Penajam. Namun, akses jalan tol dari Balikpapan - Samarinda memangkas jarah tempuh. 

Sedemikian rupa, sehingga jarak bukan merupakan hambatan. Seperti jarak Jakarta - Bogor. Hanya saja, di Kalimantan Timur, tolnya lancar, tidak ada kemacetan.

Tenaga Ahli Deputi Bidang Sosial dan Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat di IKN
Pendekatan Dr. Namsi sebagai tenaga ahli bidang Sosial dan Budaya menambah kekayaan diversitas dan kearifan lokal dalam pembangunan Ibukota Nusantara. 

Keterlibatannya memberikan kontribusi penting dalam memahami dan menghargai aspek sosial-budaya yang menjadi bagian integral dari pembangunan wilayah tersebut.

Baca Namsi: Dayak Yang Masuk Ring 1 Ibu Kota Negara (IKN)

Keberhasilan Dr. Namsi menginspirasi generasi muda Dayak dan memberikan contoh bahwa melalui komitmen, keahlian, dan dedikasi, mereka dapat meraih posisi strategis di panggung nasional. Hal ini juga membuka pintu bagi semakin banyaknya partisipasi dan peran aktif masyarakat Dayak dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional.

Aktif banyak bentuknya
Menurut Dr. Namsi, ada satu hal yang perlu dijelaskan kepada masyarakat terkait minimnya orang Dayak yang mencapai posisi "Ring 1" di jajaran pimpinan Otorita Ibukota Nusantara (IKN). 

Meskipun banyaknya protes yang dilontarkan, Namsi menegaskan bahwa "Aktif bukan hanya masuk jajaran pimpinan IKN, melainkan banyak cara bisa dilakukan." Sebagai Wakil Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), putra Dayak ini memberikan perspektif yang menarik.

Namsi tidak hanya menekankan pentingnya peran dalam jajaran pimpinan IKN, tetapi juga mengajak untuk melihat aktivitas positif lainnya yang dapat dilakukan oleh masyarakat Dayak. 

Katanya, "Mempertahankan tanah dan tidak menjualnya, mendirikan kos-kosan, warung kopi, dan membangun ruko juga aktif; bukan pasif," mencerminkan keragaman cara kontribusi yang dapat dilakukan oleh masyarakat Dayak dalam pembangunan wilayah mereka.

Tidak terbatas pada posisi kepemimpinan formal
Penting untuk menyadari bahwa keterlibatan dalam pembangunan tidak selalu terbatas pada posisi kepemimpinan formal. Aktivitas sehari-hari seperti mempertahankan tanah warisan, berinvestasi dalam usaha kecil seperti kos-kosan atau warung kopi, serta membangun ruko, juga merupakan bentuk kontribusi yang signifikan. 

Namsi mengajak untuk memahami bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari posisi di hierarki kepemimpinan, tetapi juga dari berbagai bentuk partisipasi aktif dalam membangun komunitas.

Pendekatan yang diusung oleh Dr. Namsi menunjukkan bahwa untuk mencapai dampak positif yang luas, masyarakat Dayak dapat menggabungkan berbagai strategi dan taktik dalam berkontribusi pada pembangunan Ibukota Nusantara. 

Dengan memberikan contoh keberagaman cara berpartisipasi, Namsi memberikan inspirasi kepada masyarakat Dayak untuk aktif dalam berbagai aspek pembangunan, sesuai dengan potensi dan minat masing-masing.

(Rangkaya Bada)

LihatTutupKomentar
Cancel