Saling Memuji dan Mendahului Memberi Hormat : Ciri Orang Positif dan Orang Besar Saripati Buku-buku Biografi Orang Besar Ini

Sam Walton, Paus, Yohanes Paulus II, Mao, Adam Khoo, biografi, seni, memuji

Buku selektif biografi orang positif dan orang-besar.

PATIH JAGA PATI  : Apa ciri orang positif dan orang besar? 

Salah dua, ciri orang positif dan orang besar, seperti tertera pada judul narasi. Selain daripada bahwa jika bertemu, topik pembicaraan orang positif dan orang besar adalah: kemansiaan. 

Tak pernah orang positif dan orang besar bicara tentang keburukan. Hal itu mencerminkan isi pikiran, perasaan, serta jiwa mereka juga. Perbuatan baik senantiasa muncul dari pikiran dan rancangan yang baik pula!

Saripada biografi 

Ciri orang positif dan orang besar didapat dari membaca ratusan buku biografi orang besar dunia dalam rentang waktu yang berbeda-beda.

Dalam perjalanan panjang melalui ratusan halaman biografi, terbentang sebuah lanskap kehidupan yang tak terlupakan. Di antara berbagai kisah inspiratif, satu benang merah mengikatnya semua: seni memuji dan menghormati satu sama lain

Dari jejak kaki para pemimpin yang tertulis rapi dalam De Vitae Caesarum hingga kepada cerita mendalam tentang perjalanan hidup para Presiden Amerika dalam karya-karya Burns, buku-buku ini menjadi jendela yang terbuka lebar ke dalam kehidupan tokoh-tokoh besar. Saling memuji dan saling mendahului dalam memberi hormat menjadi panggung di mana kebesaran dan keadilan berkembang.

Tidak hanya menjadi pengetahuan semata, buku-buku tipis yang melampaui 300 halaman itu seakan menjadi mitra perjalanan. Mereka adalah pencerminan kehidupan, membangkitkan semangat dan memberikan arahan dalam menyusun cerita kita sendiri. Membaca, bukan hanya sekadar mengisi waktu, melainkan proses mengasah kepekaan terhadap seni kehidupan.

Ciri orang positif dan orang besar seperti judul narasi itulah!

Bagimana pertanggungjawabannya?

Buku biografi adalah kendaraan bagi penulisnya untuk menyelami lautan kehidupan tokoh-tokoh besar. Namun, sebuah ironi muncul: penulis biografi, sebagaimana tokoh yang digambarkannya, juga harus bisa mengisi kendi kreativitasnya sendiri. 

Buku bukan hanya sumber pengetahuan; mereka adalah teman yang setia, merangkai cerita yang tak terlupakan di balik setiap lembar.

Kini, buku-buku biografi itu telah menemukan tempatnya dalam perpustakaan pribadi saya, berbaris rapi di antara lebih dari 6.000 judul buku. 

Di antara kumpulan tersebut, 153 buku adalah hasil tulisan saya, sebuah perjalanan yang dimulai sejak buku perdana pada tahun 1987. Sebuah perjalanan yang terus mengalir seperti air ke dalam kendi kreativitas, mengisi setiap sudut kehidupan dengan makna dan inspirasi.

Sirkuit hormat ini bukan hanya tentang menghormati tokoh-tokoh besar melalui kata-kata, melainkan juga merayakan setiap karya yang telah menghiasi rak-rak perpustakaan. 

Seni memuji dan menyerap ilmu orang lain

Melalui seni memuji dan menghormati dalam membaca biografi. Kita tidak hanya menyusuri jejak para pemimpin besar.  Namun juga merayakan keberagaman dan kebijaksanaan yang mengalir di antara halaman-halaman yang telah kita baca. 

Kiranya kita terus menjadikan membaca sebagai seni memuji dan menghormati satu sama lain. 

Sembari membangun sirkuit hormat yang tak pernah berhenti mengalir inspirasi bagi kita semua.

  • Masri Sareb Putra

LihatTutupKomentar
Cancel