Biografi : Genre Buku dengan Ceruk Sempit tapi Bernilai Tinggi

Alberthiene Endah, biografi, Ramadhan KH

 

sumber ilustrasi: Femina.
Alberthiene Endah: Contoh penulis biografi subur dan tajir.


PATIH JAGA PATI : Tidak setiap penulis, rupanya punya passion. Lalu terjun bebas, berkanjang menekuni genre buku biografi. Apabila kita masuk ke gerai toko buku. Juga menjelajah dunia digital. Maka akan terlihat di sana, entah di Kindle, Amazon, maupun Google. Bahwa penulis biografi itu itu saja orangnya.

Mengapa demikian? Apakah bangsa kita, yang bilangannya mencapai 278.752.361 jiwa itu, kekurangan penulis biografi? Tidak juga! Bisa jadi, hal itu sesuai dengan vak serta aanleg[1] para penulis. Tidak setiap penulis menekuni hanya satu genre tulisan. Ada yang secara general, menulis apa saja. Namun, segelintir yang menekuni pada penulisan biografi. Ada berkanjang melulu di bidang itu, misalnya Alberthiene Endah.

Tak syak. Dia sosok yang dikenal sebagai penulis profesional genre buku biografi. Telah menelurkan puluhan biografi tokoh penting dan orang besar negeri ini.

Baca Buku Lontaan Untuk Patih Jaga Pati

Di era informasi mudah dicari, dan akses ke data di Internet semudah membalik telapak tangan, silakan Anda cari bigrafi siapa saja yang telah ditulis dan diterbitkan perempuan tajir berpenampilan rapi ini.

“Wau. Amasing bingist!” seru saya, terperanjat. Manakala gendang telinga nguping berapa cuan yang diperoleh Endah dari jasanya menulis biografi. Dalam hati, saya berkata, “Suatu waktu, saya pun akan seperti itu!”

Fiat voluntas tua. Kun fayakun. You are what You thin about[2]. Maka terjadilah. Semesta mendukung. Mestakung. Tahun 2021, saya menerima karunia dari langit yang luar biasa. Seorang tokoh besar negeri ini berkenan, dan merasa cocok saya menuliskan biografinya. Tak usah saya menyebut nilai rupiahnya. 

Cukup dengan perumpamaan saja: dari jasa menulis biografi cracy rich itu, karena suka gaya saya, ia memberi imbal jasa. Yang jika dimobilkan setara dengan sebuah mobil Toyota Rush.

Ramadhan KH: Biografer Modern
Sejak SMP, saya telah cukup akrab dengan nama penulis-pengarang ini. Terutama ketika pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Guru matpel itu, pernah menyebut namanya.

Biografi yang ditulis para sahabat dan rekan seprofesi. Ramadhan K.H. wajib disebut dalam jagad penulisan biografi di Indonesia. Selain sastrawan, ia boleh dibilang pelopor penulisan biografi di negeri ini. Ayah gitaris Gilang Ramadhan ini, tiada pernah keluar dari jalur genre ini hingga akhir hayatnya sebagai penulis. Meski banyak aral melintang, ia tetap berkanjang.

Biografi genre buku yang belum banyak digeluti, tapi pasti akan bersemi. Dibanding luar negeri, yang terjual jutaan kopi setahun, biografi di negeri ini masih berjalan tertatih-tatih. Umumnya pesanan, meski ada satu dua yang karena sang tokoh kontroversial, laku terjual.

Sebelum penulis lain melirik biografi, Ramadhan lebih dulu mulai. Ia penulis biografi Inggit Garnasih, Kuantar ke Gerbang. Juga penulis biografi Ali Sadikin. Biografi Jendral Soemitro yang diterbitkan Pustaka Sinar Harapan (1994), juga karya Ramadhan.

Hal yang cukup fenomenal ialah autobiografi Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya. Buku yang diterbitkan Citra Lamtoro Gung Persada ini mendapat sambutan luas, bukan saja karena tokoh yang ditulis ingin diketahui orang. Juga karena banyak hal darinya yang belum terekspos keluar.

Buku yang dirilis 1989 inilah Soeharto bicara banyak hal, termasuk Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Selama ini, banyak kalangan menuduh Supersemar adalah alat Soeharto untuk naik ke panggung kekuasaan. Dari mulut ke telinga, buku ini pun beredar luas. Sampai sang tokoh lengser, 1998, buku masih dicari-cari orang. Ketika wafat pun, buku ini tetap diminati. Tatkala belakangan ini namanya digadang-gadang menjadi pahlawan nasional, kembali buku ini dicari-cari.

Dekade 1990-an, biografi mulai bersinar. Tatkala Julius Pour, wartawan Kompas, menerbitkan biografi Jenderal Benny Moerdani (1993).

Bermunculan, sejak itu, ditulis dan diterbitkan biografi orang kebanyakan, dalam arti bukan tokoh politik dan pelaku sejarah. Sebagi contoh, Herry Gendut menulis biografi Mien Uno. Dan beberapa tokoh yang sebelumnya tidak dikenal, menjadi dikenal publik karena ditulis menjadi buku.

Memasuki abad 20, biografi semakin marak dan meningkat. Para penulis pun makin beragam. Mulai dari jurnalis, hingga penulis yang hanya konsentrasi menulis biografi. Sebagai contoh, Alberthiene Endah yang membidik tokoh artis, seperti biografi Chrisye dan juga biografi Krisdayanti. (Rangkaya Bada)



[1] Dalam bahasa Belanda dapat dimaknai sebagai: panggilan jiwa, kecondongan hati, passion dalam menekuni suatu bidang tertentu yang dinikmati sebagai ujud aktualisasi diri.

[2] Beberapa pakar, seperti Robert K. Merton dalam istilah "self-fulfilling prophecy". Suatu kondisi jika kita berpikir tentang sesuatu akan terjadi, maka terjadilah demikian. Maka kita sebagai individu, maupun kelompok suatu kaum, wajib membangun dalam diri hal-hal, ramalan-ramalan yang positif sebab niscaya terjadi seperti yang dipikirkan. 

 

LihatTutupKomentar
Cancel