Jenderal Polisi (Purn.) Bintang ** Dayak , Tommy Sagiman: Selamat Jalan!

Tommy Sagiman, Irjen, polisi, Dayak, Karangan, Badan Narkotika Nasional, BNN, Pontianak, Kalimantan Barat, Entikong, FDKJ


PATIH JAGA PATI : Pada Kamis subuh, 28 Desember 2023, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Jenderal Polisi (purn.) bintang dua itu mengembus napas terakhir. 

Kita, terutama Dayak, kehilangan salah satu putra terbaik. Jenderal Dayak Pemberantas Narkoba, Tommy Sagiman, telah meninggalkan jejak kepemimpinan yang gemilang dalam upaya memberantas peredaran narkotika di Indonesia. 

Dengan rasa dukacita yang mendalam, kita memandang kepergian beliau sebagai kehilangan besar bagi bangsa dan suku Dayak. 

Jenderal polisi **

Kiranya perjuangan beliau menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berkontribusi dalam menjaga keamanan dan melawan ancaman narkoba di tanah air. Selamat jalan, Jenderal Tommy Sagiman, semoga kebaikan dan dedikasimu selalu dikenang.

Kita patut berhenti sejenak. Mengenang jejak langkahnya, yang tidak mudah. Apalagi bagi Dayak, bagi semua kaum, mencapai pangkat jenderal ** tidak gampang!

Baca Salampak Dohong, Profesor Dayak Rektor Universitas Negeri| Ensiklopedia Profesor Dayak 4

Tommy Sagiman, lahir di Karangan, Kalimantan Barat pada 20 Februari 1954. Sebagai seorang Dayak yang meniti karier gemilang di kepolisian, perjalanan karirnya tercatat sebagai satu dari sedikit orang Dayak yang mencapai pangkat tinggi, yaitu jenderal polisi bintang dua (Irjen Pol).

Tommy Sagiman, seorang penganut Katolik yang akrab disapa "Tommy" karena nama baptisnya Thomas, telah mengabdikan dirinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Dari Kapolresta Samarinda hingga jenderal bintang dua

Pada tahun 1999, beliau menjabat sebagai Kapolresta Samarinda dengan pangkat Letnan Kolonel. Dalam perjalanannya, Tommy turut meredam keributan antaraparat di Kalimantan Timur, membuktikan keterampilan kepemimpinan dan penanganan konfliknya.

Kemudian, kariernya merangkak naik, membawanya masuk ke lingkaran pusat dan bertugas di ibukota. Puncak peran Tommy terlihat ketika beliau menjabat sebagai Kepala Pusat Pengendali Operasi (Kapusdalops) Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan pangkat Brigjen Pol. 

Pada tahun 2007, Tommy turun langsung ke lapangan memimpin operasi pemberantasan dan penindakan terhadap peredaran narkotika.

Baca William Chang: Profesor Filsafat Pancasila Yang Ugahari

Ironisnya, penggeledahan tersebut terjadi di wilayah kelahirannya, Pontianak. Namun, hal ini menunjukkan bahwa sebagai penegak hukum, Tommy tidak pandang bulu dan tebang pilih dalam menjalankan tugasnya. 

Semangatnya dalam memberantas narkotika semakin terlihat ketika ia menjadi Deputi Pemberantasan BNN, merintis penggunaan alat canggih untuk penyelidikan dan penyidikan guna memerangi peredaran narkotika di Indonesia.

Menurut Tommy Sagiman, selama mata rantai narkoba tidak diputus secara total, kejahatan ini sulit dihapuskan sepenuhnya dari bumi manusia. 

Dengan tekad dan keberanian, bersama timnya, Tommy berhasil memutus salah satu mata rantai pabrik, jaringan, pengedar, hingga pemakainya. Meski belum sepenuhnya terselesaikan, efek jera sudah mulai terasa dan kasus-kasus yang ditanganinya semakin mendapat perhatian dan prioritas.

Pemahaman mendalam tentang kondisi wilayah perbatasan

Tommy Sagiman juga punya pemahaman mendalam tentang kondisi wilayah perbatasan yang rawan sebagai pintu masuk peredaran narkoba. Oleh karena itu, ia menggagas penempatan alat deteksi narkotika di sejumlah pintu masuk ke Kalimantan Barat, seperti Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong, Bandara Supadio Pontianak, dan Pelabuhan Laut Dwikora.

Ketika maraknya kasus penggunaan sabu di kalangan pilot, Tommy tidak tinggal diam. Beliau turut terjun ke lapangan, bekerja sama dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut. 

Meskipun telah memasuki masa purnawirawan, Tommy Sagiman tetap aktif dalam berbagai bidang. Ia terus mengingatkan masyarakat akan bahaya narkoba dan menekankan peran orang tua sebagai palang pintu utama pencegahan. Pada Kongres Internasional I Kebudayaan Dayak di Bengkayang, Kalimantan Barat, Tommy Sagiman membawakan topik ini. hadirin terpana. Dan merasa diingatkan.

Baca Dayak Tidak Dari Mana Pun, Melainkan Asli Borneo

Selain menjadi sosok pemberantas narkoba yang gigih, Tommy Sagiman juga memegang amanah sebagai Ketua Forum Dayak Kalimantan Barat Jakarta (FDKJ) periode 2015-2019. 

Jasa dan kiprahnya untuk masyarakat Dayak dan Kedayakan sungguh tak terhingga. Selamat jalan, bang Tommy! 

Vita brevis, ars longa.

(Rangkaya Bada)

LihatTutupKomentar
Cancel