Sekda Ketapang Ajak Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Bantu Pemerintah Mencegah Penyalahgunaan Narkoba

tokoh, agama, hidup sehat, Coffee Morning, Uskup, Ketapang, Sumirat, Pius Riana Prapdi, Alexander Wilyo

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, sekaligus Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik, Alexander Wilyo, S. STP., M. Si. menjadi narasumber: mengajak dan menghimbau.


PATIH JAGA PATI " Mewakili Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, sekaligus Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik, Alexander Wilyo, S. STP., M. Si. mengajak seluruh tokoh agama, para alim ulama dan tokoh masyarakat untuk membantu pemerintah mencegah penyalah-gunaan narkoba.

Hal itu disampaikan oleh Sekda Ketapang saat Coffee Morning dalam Rangka 11 Tahun Tahbisan Uskup Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Ketapang, yang berlangsung di aula Keuskupan Ketapang, Sabtu (14/10/2023).

Coffee Morning ala Uskup Ketapang, yang bertemakan “Peran tokoh agama dalam menghadapi bahaya narkoba tersebut diawali sambutan Uskup Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi.

Baca Sekda Ketapang Serahkan Draft Perubahan PKN Tingkat I Tahun 2023 Kepada Pj. Gubernur Kalbar

Dalam sambutannya, Mgr. Pius mengungkapkan bahwa masalah narkoba di Ketapang sudah sangat memprihatinkan. Padahal narkoba itu jelas-jelas sangat merusak sendi kehidupan umat beragama. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat harus memberikan perhatian khusus terhadap kasus-kasus narkoba, terutama pada anak-anak generasi muda.

Dalam paparannya, Brigjen. Pol. Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si., Kepala BNN Provinsi Kalimantan Barat,  menyebutkan, berdasarkan hasil survei BNN – LIPI, pada tahun 2019, prevelensi penyalah-gunaan narkotika di Kalimantan Barat diketahui sebanyak 33.552 orang (0, 80%) pernah pakai narkotika, dan sebanyak 16.776 orang (0, 40%) pernah pakai setahun terakhir.

Prevelensi penyalah-gunaan narkotika di Kabupaten Ketapang sendiri, dari total penduduk pada tahun 2019, yang mencapai angka 579.927 jiwa, terdapat sebanyak 3.480 orang (0, 80%) pernah pakai barkotika, dan sebanyak 1.740 orang (0, 40%) pernah pakai narkotika setahun terakhir.

Karena itu, dalam paparannya, Sumirat menyampaikan mengenai sejumlah isu terkait penyalahgunaan narkoba dan strategi yang perlu diambil untuk menghadapinya. empertegas pentingnya langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Baca Patih Alexander Wilyo, S. STP., M. Si Melayat Ibu Angkatnya

Selain itu, Sumirat juga mengajak para tokoh agama untuk terlibat aktif dalam perang melawan narkotika, dengan fokus pada upaya-upaya pencegahan. Maka dari itu, Sumirat mengajak para tokoh agama untuk memberikan perhatian serius terhadap rehabilitasi, terutama bagi anak-anak yang putus asa karena dampak narkoba.

Coffee Morning Uskup Ketapang yang mencerahkan. Menghadirkan tokoh lintas agama dan kelompok mencari solusi bagi hidup sehat dalam berbangsa dan bermasyarakat.

Terkait dengan upaya yang dilakukan oleh Uskup Ketapang dalam  pencegahan terhadap penyalah-gunaan narkotika tersebut, Sekda, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapa Uskup, yang menggagas acara Coffee Morning dalam Rangka 11 Tahun Tahbisannya sebagai Uskup.

“Kegiatan ini sangat membantu kita dalam rangka menjaga masyarakat kita, generasi penerus kita -- untuk menjadi generasi yang tetap dapat diandalkan di masa mendatang,” ujarnya.

Kita sendiri, kata Sekda Ketapang, melalui Polres Ketapang, Kejaksaan Negeri  Ketapang maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang, saya kira, sampai hari ini memang masih kewalahan. Oleh karena itu, tugas kita dalam memberantas ataupun meminimalisir peredaran narkoba ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Tatapi tanggung jawab kita semua, termasuk para tokoh-tokoh agama.

Sekda Ketapang pun menilai, kegiatan yang diinisiasi oleh Bapa Uskup ini sangat pas. Mudah-mudahan tidak hanya dilaksanakan hari ini, tetapi juga ada lanjutan, baik oleh para kiyai maupun para pendeta.

“Jadi, hari ini, kita sepakat bahwa narkoba adalah musuh kita bersama. Saya sendiri, setiap saya keliling-keliling, saya selalu menyampaikan ini kepada semua pihak, termasuk tokoh agama, tokoh adat supaya membantu pemerintah untuk memerangi narkoba. Semua orang tahu bahwa penyalah-gunaan narkotika ini tidak benar, tidak baik untuk kita semua dan untuk generasi penerus bangsa kita,” ujarnya.

Sekda berharap agar seluruh komponen masyarakat untuk bahu-membahubahu-membahu, menyamakan persepsi bahwa narkoba adalah musuh bersama. Sekda Ketapang juga menitipkan pesan kepada seluruh tokoh agama agar menyampaikan hal ini pada setiap kegiatan keagamaan untuk membatasi ruang gerak penyalah-gunaan narkotika di Kabupaten Ketapang.

Baca Sumpah Patih Jaga Pati: 3 Daulat Dayak Di Tanah Warisannya

Dikatakan Sekda, Pemerintah Kabupaten Ketapang sendiri sedang mengupayakan untuk membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten Ketapang, sudah mengusulkan dan sudah dirapatkan. “Saya sendiri yang mengawal. Mudah-mudahan BNN Kabupaten Ketapang nanti bisa terwujud,” ujar Sekda Ketapang berharap.

Selain dihadiri para tokoh agama, Coffee Morning Uskup Ketapang kali ini turut dihadiri juga oleh Forkopimda Kabupaten Ketapang, Kalapas Ketapang dan tokoh pemuda.(Thomas Tion)
LihatTutupKomentar
Cancel