Berburu Gaharu Di Hutan Kalimantan (6)

agarwood, gaharu, Kalimantan, Aquilaria Mallaccensi, Aquilaria Beccariana,Aquilaria Microcarpa,Aquilaria Hirta,Aquilaria Filaria,Gyrinops SPP,Aquilari


  • Penampakan pohon gaharu yang siap dipanen. 
Gaharu atau agarwood adalah kayu aromatik. Dikenal sebagai salah satu komoditas bernilai tinggi. Yang dihasilkan oleh berbagai spesies pohon Aquilaria. 

Di seluruh wilayah Asia Tenggara, Cina, dan India, ditemukan sekitar 20 spesies gaharu yang tumbuh secara alami. Spesies-spesies ini memiliki ciri khasnya masing-masing dalam menghasilkan kayu gaharu yang sangat dihargai karena aromanya yang khas.
Baca Berburu Gaharu Di Hutan Kalimantan : Damai Dalam Deru Dan Desiran Angin (Bagian 5 Dari 10 Tulisan)

Salah satu daerah yang sangat kaya akan gaharu adalah hutan Kalimantan di Indonesia. Di pulau yang luasnya 743.330 km², terdapat setidaknya 7 spesies gaharu yang tumbuh secara alami. 

Eksploitasi gaharu tidak melebihi batas yang berkelanjutan dan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Hal yang menarik adalah bahwa beberapa dari spesies-spesies ini memiliki usia yang sangat tua, bahkan melebihi usia Republik Indonesia. Ini menunjukkan sejarah panjang keberadaan gaharu dan pentingnya menjaga kelestarian kayu ini.
Baca Berburu Gaharu Di Hutan Kalimantan : Damai Dalam Deru Dan Desiran Angin (Bagian 4 Dari 10 Tulisan)

Identifikasi spesies gaharu dapat menjadi hal yang rumit. Namun, pada tahun 2006, hasil kesepahaman antara Pusat Penelitian LIPI dan Asosiasi Gaharu Indonesia (ASGARIN) membuahkan pengetahuan yang lebih jelas tentang berbagai spesies gaharu. 

Apakah spesies yang tumbuh di Kalimantan? 

Ada 7 jenis, yakni: 

  1. Aquilaria Mallaccensi,
  2. Aquilaria Beccariana,
  3. Aquilaria Microcarpa,
  4. Aquilaria Hirta,
  5. Aquilaria Filaria,
  6. Gyrinops SPP, dan
  7. Aquilaria Malaccensis Enklea. 

Pengetahuan akan jenis gaharu ini penting dalam upaya konservasi dan pemanfaatan yang berkelanjutan.
Berburu Gaharu Di Hutan Kalimantan : "Kayu Surgawi" Tercatat Dalam Sutra Nirvana (Bagian 3 Dari 10 Tulisan)

Pengambilan gaharu di Indonesia diatur oleh Kuota Pengambilan Tumbuhan Alam dan Penangkapan Satwa Liar yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). 

Wilayah pengambilan gaharu mencakup Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa eksploitasi gaharu tidak melebihi batas yang berkelanjutan dan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Baca Berburu Gaharu Di Hutan Kalimantan : Wilayah Adat Tempat Gaharu Melipatgandakan Cuan (Bagian 2 Dari 10 Tulisan)

Salah satu alasan utama mengapa gaharu sangat dicari adalah aroma wangi yang khas yang terkandung dalam kayunya. Aroma wangi gaharu sering digunakan dalam industri parfum, farmasi, dan produk kecantikan. Keunikan aromanya menjadikan gaharu sebagai bahan yang sangat bernilai dalam berbagai aplikasi ini.

Gaharu bukan semata untuk parfum,  farmasi, dan produk kecantikan. Pada narasi yang berikutnya, kita akan melihat bagaimana gaharu juga menjadi bahan mebel. Bahkan rumah mewah.  
Baca Berburu Gaharu Di Hutan Kalimantan (Bagian I Dari 10 Tulisan)

Narasi tentang gaharu jika ditulis semua, agaknya ruang ini tidak dapat memuat hal yang harus dituliskan itu. Meski tidak detail, narasi sejak tulisan pertama telah mencelikkan. 

Usai membaca seluruh narasi. Pastinya kita dapat lebih memahami pentingnya gaharu dalam konteks keanekaragaman alam, pelestariannya, dan pemanfaatannya dalam berbagai industri.*)

LihatTutupKomentar
Cancel